Dewi Arianna Manullang
  • Home
  • BLOG
    • #Dear Journal
    • Kesehatan
    • Poem
    • Foodie
  • Sinema&Drama
  • Partnership
  • REVIEW
  • Contact Me
    • Twitter
Seminggu sebelum pergantian tahun, Tulisan ini hampir dibuat namun karena kesibukan sempat tertunda.



Siang ini, mungkin aku terlambat menuliskan lembaran 2025 yang telah berlalu. Tapi blog tidak mengenal kata terlambat—ia hanya tahu satu tugas: merekam. Menyimpan jejak sebelum semuanya perlahan memudar dari ingatan.

Januari, awal tahun. Akhirnya aku pertama kali memijak kaki di lantai pesta dansa. Benar-benar kaget sekaligus kagum. Lampu-lampu kelap kelip, musik keras dan tarian yang semakin malam semakin panas. Aku tidak akan melupakan itu. Aku merasa lepas, sebagian jiwaku yang tak pernah kukenal sebelumnya keluar, aku bisa dengan leluasa menari bebas, dengan pengaruh alkohol yang mulai menguasai tubuh. 

Tapi aku tetap pada batasan, karena ada nilai diri dan prinsip yang harus dijaga. Di titik itu aku menyadari, kebebasan tidak selalu berarti kehilangan kendali. Justru aku belajar bahwa mengenal sisi gelap, liar, dan impulsif dalam diri bukan untuk dituruti sepenuhnya, melainkan untuk dipahami.


Kemudian pada momen setelah fase euforia, ada masa dimana keluarga mulai mengalami tantangannya, yang mengakibatkan aku harus tinggal sendiri di ibukota. Tak tau hingga sampai kapan aku harus hidup sendiri, berharap semua kembali seperti dulu lagi. Tapi tidak mengapa; karena dunia memang tak harus berada pada genggaman kita. 

Adaptasi tinggal sendiri mulai banyak tantangan. Aku kembali mengalami perasaan sepi, dimana sebelumnya tidak pernah aku rasakan.  Sebagian besar tahun 2025 kuhabiskan dengan menjomblo. Tanpa kekasih, hanya pria-pria yang datang silih berganti, singgah sebentar, lalu pergi tanpa pernah benar-benar menetap.

Aku menyibukkan diri dengan magang di suatu departemen spesialisasi yang sedang kutuju. Di sana, aku belajar bahwa ilmu bukan hanya soal diagnosis dan tata laksana, tetapi tentang kehidupan dan air mata manusia. Empatiku bertumbuh perlahan, dan hatiku semakin tergerak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Aku menyaksikan kasih yang tetap hidup meski telah dilukai, seseorang yang masih mengasihi orang yang menyakitinya. Aku juga bertemu pasien yang berusaha melindungi orang yang dicintainya, bahkan ketika orang tersebut telah melanggar hukum. Di ruang-ruang sunyi itu, aku tersentuh dan kagum: betapa dunia menyimpan begitu banyak keajaiban dalam bentuk manusia dan luka-lukanya.



Salah satu murid saya di kegiatan ASN Mengajar. Di foto ini aku mengajar kelas kecil yaitu berisi sekitar 4-5 orang anak PAUD. Saya mengajarin mereka calistung
Di sini... aku sedang menjadi tim relawan pendamping anak-anak panti ke Taman Mini. 
Padahal aku aja teraekhir kali ke TMII itu pas SMP wkwkwkwk.
Makin bagus lo TMII nya

Pada pertengahan tahun juga, aku banyak mengikuti kegiatan volunteer. Aku mengikuti kegiatan relawan ini untuk bisa menumbuhkan kepekaan sosial dan empati, selain mengisi portofolio kegiatan informal. Dan aku ternyata menikmatinya. Mengajari anak-anak kecil usia PAUD hingga SMA dari kelompok marjinal, mulai dari mengajari mata pelajaran sekolah, mengajarkan bermain recorder, bermain musik hingga menjadi pengiring acara penampilan bakat mereka saat 17 agustusan. Aku sangat menikmatinya walau sangat melelahkan. Bayangkan, pernah suatu ketika, dari hari jumat pagi di kantor, lanjut jaga malam part time di Rumah sakit swasta, lalu keesokan paginya nyambung langsung ke tangerang selatan untuk kegiatan volunteer. Sungguh luar biasa wkwwkwkkwwk. 





Di pertengahan agustus, Indonesia berduka. Terjadi kerusuhan yang entah karena apa. Indonesia benar-benar seperti perang. Antara pemerintah dengan rakyatnya. Aku bertugas pada hari itu. Dan yang kulihat sungguh menyedihkan. Darah berceceran dimana-mana. 

Menanjak trimester ketiga tahun 2025, ujian besar dimulai. Pertarungan bak perang bintang. LPDP sungguh menguras tenaga dan pikiran. Aku kalah. Jatuh jauh, ke bagian bumi yang paling sunyi dan gelap. Di sana, putus asa sempat tinggal, dan hingga kini bayangnya masih sesekali mengetuk. Sempat putus asa (sampai sekarang). Tapi aku harus tetap bangkit. Maka aku berdiri perlahan, bukan karena aku sudah kuat, tapi karena di luar sana, kelak, ada jiwa-jiwa yang akan membutuhkan tanganku.

Di hari yang sama, dalam keadaan paling rapuh, aku melakukan sesuatu yang nekat: mengajak tetanggaku (yang diam-diam sudah lama kutaksir) untuk berjalan bersama. Dan entah bagaimana, ia mengiyakan. Hari itu juga. Terima kasih, Dion. Tanpa banyak kata, kau mengobati hatiku yang hancur di hari itu.

Kejadian selanjutnya yang harus direkam di blog ini. Adik bungsuku melangsungkan pernikahannya. Aku sedih sekaligus bersyukur. Kami juga mengadakan pesta di kalimantan barat. Pertama kalinya aku menapak kaki ke pulau borneo. Ternyata makanan di Pontianak enak-enak wkwkwkwk 

Bersama dua penari Dayak di pontianak saat acara pernikahan adik tersayang

Akhir tahun, aku mengadakan perpisahan di dua tempat sekaligus. Yaitu di Rumah Sakit tempatku bertugas dan perpisahan karena Komandanku tersayang pensiun. Aku tidak tau apa akan ada sosok atasan yang bisa menerimaku seperti dia. aku hanya bisa pasrah apapun yang akan terjadi. Dia selalu membelaku disaat aku tidak layak untuk dibela. 

Ini dia.. komandanku tersayang. 

Dia bisa berusaha memahamiku saat aku mengambil keputusan. mendukungku mengejar mimpi. mendengar curhatanku disaat ibu kandungku sendiri sedang tak dapat memahaminya. 

Lagi perpisahan Bu Ris di Hachi Grill Sunter hehehehe

Untuk semua keberanian yang kamu tularkan,Untuk pembelaan tanpa banyak kata, untuk ruang mimpi yang kau buka lebar. Terima kasih, Komandan. Selamat melanjutkan perjalanan.

Suatu rumah sakit di daerah rawamangun, Satu setengah tahun di IGD bukan waktu yang singkat. Di sini aku belajar bertahan dalam ritme cepat, mengambil keputusan dalam keterbatasan, dan tetap manusiawi di tengah situasi paling genting. Banyak kejadian besar yang kembali saya pelajari ulang. Dari menerima pasien code blue sampai persalinan normal! Karena ilmu kedokteran memang seluas itu. Bersyukur atas orang-orang di dalamnya, yang memaklumi ketidaksempurnaan saya sebagai dokter jaga. THANKYOU TEAM. 


Ini dia.. tim IGD RS tercinta
Termasuk jahitan yang susah dan rumit.


Akhir tahun 2025, hati kembali bergejolak. Aku jatuh cinta dengan hebatnya, pada seseorang yang berbeda agama.  Dan entah mengapa, bagi manusia yang sedang dimabuk cinta, perbedaan itu tak lagi terasa sebagai persoalan. Seorang workaholic. Dimana dunia dia hanyalah pekerjaannya. Ada magnet yang terasa sejak awal, liar tapi dalam. Ia kusebut dalam doa, meski hingga kini waktu belum juga berkenan mempertemukan kami. Padahal, rumahnya adalah alasan paling sederhana mengapa aku ingin selalu menghabiskan long weekend di sana.

2025 adalah tahun gagal dan perpisahan. Tahun jatuh cinta dan patah hati.
Ada ciuman liar di dekat panggung DJ, ada alkohol yang menyalakan keberanian, ada diri yang belajar jujur pada rasa, meski tak selalu berakhir indah. Ini juga tahun perpisahan, karena rupanya kita memang harus belajar bertumbuh justru saat berada di zona paling tidak nyaman.
Terima kasih, 2025. Kau tidak mudah, tapi luar biasa, karena darimu aku belajar mengenal diri dengan lebih utuh.

 


 

27 Oktober 2023, pada musim panas dan terik di Jakarta Utara, hari terakhir dari rangkaian pelaksanaan Akreditasi Klinik yang melelahkan, disitu ia pertama kali muncul. Rasa gugup pasti ada namun ntah mengapa tak terlalu besar, tapi rasa penasaran sangat mendominasi. Karena dia adalah sosok yang kukenal sudah sejak pertengahan tahun 2018 lampau, yang karena peraturan alam semesta kami hanya baru boleh berjumpa sekarang. Lagian tak masalah jika berawal dari perasaan penasaran, bukan? Karena yang tak pantas adalah jika diawali oleh sebuah nafsu.

Pertemuan berlangsung biasa-biasa saja. Hingga kita sampai pada pertemuan kedua, di sebuah toko donat. Aroma harum dari kue-kue manis bercampur wewangian latte yang sedang diracik, bersemburat di udara, mengalir dan terhirup oleh pengunjung. Hangat, sehangat suasana perbincangan di salah satu meja di lantai 2. Kita berbicara tentang hal apapun, dan entah apa ingat, disitu secara tersirat kau memujiku cantik. Malamnya saat kau mengantarku pulang ke depan lobby apartemen, langit hitam berarak tinggi, seperti ada semburat bintang jatuh melesat di angkasa, aku mulai merasakan sesuatu. Suatu yang tak wajar. Ada yang bergejolak di dalam dada, berdetak pesir, hangat, candu..

Setahun kita berjalan beriringan, aku mendampingimu semaksimal yang kumampu, bersama menaiki tajam dan curamnya roller coaster kehidupanmu saat ini. Aku tidak dapat merasakan sebagaimana para perempuan lain yang terlebih dahulu kau kencani. Kau bahagiakan mereka tanpa mengenal batas. Sementara disini aku, menerima keterbatasanmu hanya untuk menjadi kesia-siaanmu. 

Kau menyakiti perasaanku dengan kata-kata yang tak semestinya, sampai detik ini kata maaf pun tak pernah berucap dari mulutmu. Kita saling berteriak penuh amarah, hal yang seharusnya tidak dilakukan olehmu yang selalu meninggalkan wangimu di pakaian yang kukenakan tiap kali kita berjumpa. 


Aku tahu Tuhan yang memberi jalan, dan aku yang menjalani.  Aku tidak akan mengkambinghitamkan Tuhan jika saat ini aku salah jalan. Aku akan menyalahkan diriku yang memilih jalan ini. Aku maafkan, atas semua kata-kata kasarmu, yang masih membuat luka di dadaku sampai saat ini. Tapi, mungkin ini adalah sebuah sudah. Cinta yang mungkin sudah saatnya selesai.

Tuhan yang menciptakan cinta, dan aku yang menjatuhkan cinta tersebut padamu. Aku percaya ini bukan sebuah kesalahan, karena waktu yang mengantarkanmu untuk bertemu dan memelukku tidak pernah salah.

Namun, mungkin bukan kamu nya yang salah, tapi lajurnya. Lajur yang mengantarkanmu padaku, sudah berhenti.




Januari. Tulisan ini didedikasikan untuk Januari. Bulan spesial. Bulan nya Saya. Mungkin tak cukup spesial bagi semua orang. Tapi hal itu berlaku untuk saya.


Tiga puluh tiga tahun genap hidup di dunia ini, masih banyak hal-hal yang belum dicapai. Hal yang diam-diam masih dilangitkan, naik ke angkasa, sampai ke para penguasa. 

Tiga puluh tiga tahun, pertama kali menginjakkan kaki di klub malam, mulai menikmati saat-saat tak dapat berpikir jernih karena alkohol yang menghanyutkan, melebur bersama dendang musik DJ dan tarian-tarian yang semakin larut biasanya semakin liar. 

Tiga puluh tiga tahun. Putus. Atas semua keputusan yang diambil, semua luka dan kekecewaan. Tak boleh berpikir kenapa harus putus, namun bagaimana kalau tidak putus-putus. Kata nenek moyang, balikan sama mantan itu sama seperti berusaha memasang mematut kembali serpihan cermin yang tlah pecah. Mau diusahakan bagaimana pun, sudah rumit dan berjejas.

Tiga puluh tiga tahun. Berani keluar dari lingkaran pertemanan toksik. Berani berkata tidak. Karena tak semua teman kehilangannya patut ditangisi. Tidak semua orang dapat menjadi teman. Teman adalah sosok penuh kasih yang mengerti batasan-batasan yang kita buat tanpa bertanya mengapa, hanya perlu cukup diam memahami tanpa perlu tau apa. 


Januari menjadi kelam seketika karena puncak kejenuhan atas lingkaran toksik, tapi saya disadarkan kembali. Tuk melihat sekeliling saya. Tuk fokus pada berkat. Yaitu ada mereka, orang-orang gila yang dihadirkan Tuhan ke hidupku. Dimana mereka sudah melihat wajah asliku tanpa make-up dari lagi pulas tertidur sampai bangun tidur dengan rambutku yang terangkat bagai singa. Dari yang terbirit-birit pagi hari ke kamar mandi kantor karena belum mandi dari rumah, sampai sudah memoles diri hingga seantero penghuni kantor mencuri pandang.


Tiga puluh tiga tahun. Mulai semakin kukuh mengejar cita-cita. Saya tau jalan yang akan saya lalui berbeda dengan yang lain. Jalan yang banyak bebatuan dan bebukitan untuk ditanjak diikuti jurang dalam yang entah mana dasarnya pun mungkin harus saya jalani. Tapi saya tau bahwa Tuhan berjalan di samping saya, di belakang saya dan di depan saya. Saya bisa bersandar kepada Nya. 


Di usia segini dan kondisi finansial yang begini, menurut akal manusia saya mungkin saya tidak akan pantas melanjutkan sekolah. Tapi tidak ada salahnya mencoba dulu. Kenapa saat saya bertanya kepada Nya tentang prodi apa yang harus saya ambil, perkataannya seolah jelas mengarah ke suatu spesialisasi tertentu. Pintu yang tadinya tergembok rapat itu pun, mulai terbuka sedikit demi sedikit. 


Saya hanya perlu tetap mengingat bahwa meskipun saat ini saya tertatih-tatih, tidak ada pilihan lain selain terus maju. Bagaimana saya ingin turut maju dan menjadi berkat lebih banyak lagi di bidang spesialisasi tersebut. 

Saya bersyukur atas pekerjaan yang diberikan, walau terasa lelah, namun pekerjaan ini adalah yang dari dulu saya panjatkan doanya. 

Saya bersyukur atas pintu-pintu yang mulai terbuka, semoga menjadi jalan bagi saya untuk masa depan yang selaras dengan kehendak Tuhan. 


Happy Birthday, Me!!!!!


 Waktu menunjukkan hampir pukul 5 dini hari. Subuh. Hening. Tapi tidak dirumahku, alunan musik dj berkumandang kencang. Beberapa hari ini saya menyukai aliran musik dj, meskipun setelah 32 tahun hidup saya tidak pernah ke diskotik atau club manapun. Tapi, kesukaan terhadap musik dj tak serta merta karena kita pernah ke club, bukan?

Kembang api bersemburat, berkibar di udara. Ini malam pergantian tahun. Banyak harapan dipanjatkan, banyak doa dilangitkan. Tak berbeda dengan saya, tentunya.

Tahun baru ini, saya akan mulai mencoba meraih mimpi-mimpi saya. Bukan untuk pencitraan maupun untuk lari dari masalah, nemun untuk membantu orang lebih banyak lagi, lewat mimpi saya itu. Pikiran terlalu melayang jauh, sendirian di rumah, bersama elemen yang membuat melayang, laksana wayang digenggam dalang. 

...Aku berada di angkasa, memohon petunjuk kepada yang kuasa, apakah hubungan itu harus dilanjutkan di tahun yang baru ini, atau berhenti.



-4 Januari 2023, Jakarta, yang sedikit mendung-
Rintik hujan jatuh turun memeluk bumi. Aroma laut teredam sementara, mungkin itu musim yang beberapa hari ini menemaniku dalam menggenapi kenyataan bahwa sudah tiga puluh dua tahun aku dipercayakan hidup di atas permukaan bumi.

Hari berjalan biasa-biasa saja. Menghadiri undangan interview dari salah satu tempat dan sesampai di kantor menenggak sebuah sloki dari atasan. Pizza Limo 1 meter dua kotak, disertai perbincangan saya dengan atasan siang itu.
"dok..dokter jangan pulang dulu ya.."sahutnya, dengan mata menerawang. 


Kali kedua aku merayakan ulang tahun di tempat yang sama, dengan orang-orang yang sama. Tidak ada yang berbeda, kecuali mungkin di ulang tahun kali ini aku sudah memiliki seseorang yang bisa menguras emosionalku. Seseorang yang tak kutahu akan sampai dimana lajunya denganku. Akan tetap berada di jalur yang sama atau akan berbeda jalur denganku di kemudian hari.


Berterimakasih kepada orang-orang yang dihadirkan. Orang-orang yang memberikan berkat, yang mungkin belum tentu bisa kubalas saat ini. Tapi akan kubalas nanti, suatu hari nanti, di kemudian hari. 

Tiga puluh dua bukan lagi bisa dikatakan usia muda. Tapi mungkin belum tua-tua banget juga wkwkwk. 

Saat ini sudah masuk pertengahan tahun. saya tidak menyangka tulisan ini tertunda begitu lama untuk dapat siap saya publikasikan di laman blog saya. Ada hal-hal yang setengah tahun belakangan mencuri perhatian. Kesibukan bekerja tentu menjadi salah satunya. Melamar pekerjaan kesana kemari. Dan saat ini saya akhirnya resmi terpanggil untuk melayani di salah satu Rumah Sakit Swasta di Rawamangun. 

Saat ini saya sudah cukup banyak berubah. Berubah hampir dalam hal apapun. Saya tidak berminat lagi nongkrong selepas kerja sampai larut malam, lebih memilih langsung pulang ke rumah berdiam di kamar menanti pagi. Saya tidak suka berkenalan dengan banyak orang ataupun sekedar berbasa basi jika berpapasan di jalan, ya, saya memilih menghindar, segera pergi dan buru-buru ke tempat tujuan saya atau sekedar mencari tempat persembunyian. Saya mencari sunyi. Ruangan sepi. Tanpa ada siapa-siapa. 

Padahal saya dahulu saya adalah seorang extrovert. Saya suka berdekatan dengan banyak orang. Mendapat energi dari aktivitas sosialisasi. Saya suka mengenal banyak orang, menjalin pertemanan walau hanya sebuah hubungan palsu, hanya sebuah say hello. Ya, dulu. Kini, saya tak merasa harus menyapa orang jika saya sedang malas. Saya lebih memilih melengos dan pura-pura tak melihat. Saya tidak peduli. Entah sejak kapan, perasaan saya seperti mati. Redup. Tidak lagi memancarkan sinar hangat yang ramah yang dulu banyak dikagumi orang-orang. 

27 Agustus 2024, Malam meninggi, Pukul lebih dari 12 Malam. 

Mungkin, saatnya kuakhiri tulisan yang sudah tertunda 8 bulan ini. Ini hanya sebagai jurnal untuk yang ingin lebih mengenal. Karena aku tau, yang benar ingin mengenal akan membuka halaman ini.
 
    











Hiruk pikuk bunyi terompet dari kejauhan, kembang-kembang api yang menunggu memulai semburatnya di udara. Ini tentang malam pergantian tahun.

Cukup istimewa atau biasa menurutku (?). Ini kali kedua aku merayakan malam pergantian tahun di kantor tercinta. Lagu koplo disertai joget sempoyong, bakar ikan dengan sambal kecap. Itu adalah kegiatan yang kami acapkali kami lakukan setiap malam pergantian tahun namun anehnya tak pernah bosan tuk dilakukan. 


Flashback ke belakang sepanjang tahun 2023, tahunnya jatuh cinta dan patah hati. Kembali jatuh hati lagi, disaat aku berpikir aku tak kan mungkin pernah menyukai lawan jenis lagi. Karena sudah terlampau lama berada di jurang dalam menakutkan. 


Di tahun ini, aku juga merasakan penyertaan Tuhan yang luar biasa. Dimana aku bolak balik tinggalin Tuhan dan datang lagi, namun Ia tetap menungguku pulang dengan tangan terbuka. Aku juga mulai turun ke kegiatan pelayanan gereja. Meskipun role yang kuambil masih dalam kategori Mild [baca:ringan] tapi aku yakin Tuhan tidak melihat berat ringannya peran pelayanan gereja. Ia tulus melihat hati kita. Hati yang melayani dan menyembah; bukan hati yang angkuh.

Tahun ini, tahun yang cukup rumit di kantor. Sebagian besar potongan tahun disibukkan oleh persiapan akreditasi Klinik. Akreditasi Klinik merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan klinik setelah dilakukan penilaian bahwa klinik telah memenuhi standar akreditasi. Ada banyak sekali dokumen yang dikerjakan dan perombakan ruangan yang dilakukan untuk mencapai standar akreditasi klinik sesuai regulasi dari Kementerian Kesehatan. Tak jarang itu menyulut situasi panas dan pertengkaran demi pertengkaran diantara kami. Tapi dari akreditasi kami belajar tentang penyertaan Tuhan. Dari akreditasi kami belajar untuk menerima ketidaksempurnaan satu sama lain. Dari akreditasi kami belajar untuk merunduk dan membunuh ego diri, untuk bisa menggenggam erat satu sama lain. 

Bahan penilaian Akreditasi Klinik terdiri dari 3 bab yang jika ditotal bisa mencapai ratusan ratusan elemen penilaian. Hal itu tentunya bukan hal yang gampang. Percayalah aku bukan tipikal orang yang teliti dan rajin-rajin amat. Aku sangat bersyukur punya rekan-rekan yang lebih rajin dari aku (wkwkwkwkwk).


Tahun 2023, penuh dengan pengembangan diri. Menjadi versi diri yang lebih baik. Tentunya dengan anugerah Yang Empunya kuasa tak kasat mata. Aku sudah semakin terbiasa ngomong di depan publik. Banyak hal yang mengharuskanku untuk berani tampil di depan orang dan aku harus dengan terpaksa membunuh segala perasaan takutku. Aku, iya, aku. Tadinya hanya seorang wanita yang paling demam panggung. Sedari jaman kanak-kanak aku selalu ngumpet kalau sudah tiba giliranku harus maju ke depan kelas untuk melakukan suatu hal, entah itu disuruh guru membaca sesuatu atau memimpin doa kelas, pun aku selalu sangat ketakutan. 

Salah satu kegiatan yang terpadat adalah di pertengahan tahun, dalam rangka HUT BHAYANGKARA kami memiliki segudanggg kegiatan. Salah satunya bakti kesehatan di Rutan (Rumah Tahanan) masing-masing kantor. Karena mereka juga manusia, mereka terbuat dari cinta. Mereka berhak mendapatkan kesehatan yang terbaik, sebaik-baiknya umat manusia.

Pelatihan BLS (Basic Life Support), saya dipercayakan menjadi narasumbernya.

Pelatihan BLS (Basic Life Support), disasar untuk orang awam dalam hal ini anggota polri di kantorku. Dimana setiap orang perlu diberi pelatihan ini sebagai tatalaksana awal pada orang dengan henti jantung dan henti napas. Percayalah lima menit sebelum aku mulai presentasi sebagai narasumber, aku terbirit-birit ke kantin buat beli air minum sangking nervousnya.


Tapi selang beberapa saat setelah mulai ngomong, aku mulai enjoy dan menikmati setiap dari momen menjadi seorang speaker. Harus bisa nyantai, dengan harapan para penonton bisa menerima pelajaran yang kusampaikan dengan baik.


 
Pada malam yang semakin dingin, kau purnama yang mengindahkan. Kau buat hatiku getar, disaat aku bahkan tak tau kalau aku masih punya hati. Parasmu mengisyaratkan banyak hal, membuat jungkir balik walau sekarang hanya bisa kujadikan kenangan. 

Aku bekerja di wilayah Pelabuhan. Sudah tupoksi kami untuk memperhatikan kesehatan di wilayah tersebut. Salah satu dari agenda kali ini, memberikan sosialisasi kesehatan kepada para buruh mandiri yang bekerja di wilayah Pelabuhan. 

Pelaksanaan kegiatan Pap Smear di Kantor. Agak hectic pas mempersiapkan ini. Karena kegiatannya berdempet dengan kegiatan sosialisasi di koperasi buruh wilayah pelabuhanku. Ga sengaja nemu candid ini hihihihi thankyou yaaa arra uda fotoin pas lagi lumayan cun.

25 Desember 2023. Di ibadah Natal gereja kita ada tukeran kado acak, tanpa diketahui siapa pemberi kadonya. Lalu aku mendapat sebuah kado yang dibungkus kertas polos putih yang di dalamnya terselip sebuah surat ini. Terima kasih, siapapun kamu.

Traktiran dalam rangka kenaikan pangkat Kurnia. Kalau tidak salah ini sekitar bulan Juli 2023, di Hanamasa Kelapa Gading. Happyyy banget makan sepuasnyaa. Terimakasihh Kurnia :)

Lalu, tepat hari kedua Akreditasi, yang artinya hari terakhir Akreditasi, puncak titik penghabisan kami di Kantor selama hampir satu tahun. Kau datang. Pohon rindang yang teduh. Sebuah rumah yang hangat. Persinggahan yang paling kurindukan. Tatkala malam hari semakin dingin, kau selimut yang membuatku nyaman. 


Lalu jika kamu bertanya kepadaku apa makna tahun 2023 buat aku. Aku akan menjawab bahwa tahun 2023 ini mungkin aku banyak mengalami lonjakan yang tak kualami selama kurun beberapa tahun belakangan. Jatuh cinta dan patah, Sukacita sampai gelapmata. Tidak menampik banyak debar jantung yang hadir di tahun ini, mulai dari suasana panas amarah urusan kantor sampai panasnya adegan kasmaran. Karena cinta berpancaran, sedang singgah dari sekian lama pelayaran. Sejuk, sesejuk tahunnya shio kelinci air.. sehangat para seniman di atelir, memahat pasir dari desir,.. sedamai anak yang duduk di atas kincir, setinggi apapun kincirnya mereka tak kuatir..


Terimakasih 2023. Atas semua kenangan, cinta dan air mata. Untuk pelajaran, proses maupun lukanya.

Beberapa menit sudah lewat, sejak saya telah menamatkan episode terakhir dari salah satu serial barat yang saya simak sejak tahun kemarin, yang bulan lalu baru saja merilis season terbarunya, SEX LIFE 2. Serial Drama barat bergenre erotis yang digarap oleh sutradara Jessika Borsiczky ini sukses mendobrak rating jagat netflix dengan ending yang sangat memuaskan para fans yang sudah lama menantinya.

Di tulisan kali ini saya bukan berniat mau mereview film dari serial ini sih. Saya hanya tak menampik bahwa banyaknya hal yang bisa dipetik dari drama ini. Bagaimana mantan bisa memilih menyikapi segalanya dengan dewasa dalam hal ini seperti yang dilakukan Billie dan Cooper pada akhirnya. 

Semua yang saling cinta ingin hidup bersama, namun beberapa cinta itu juga terlahir dengan garis hidup yang berbeda. Bagaimana kita bisa menyikapinya dengan dewasa, jika tiba saatnya Tuhan berkata lajur kita untuk berada di jalur yang sama sudah berakhir. Bagaimana jika kita sudah tiba pada penghujung persimpangan, lalu dari antara kita ternyata dihadapkan dengan pilihan harus melepas. 

Hidup, penuh dengan jutaan pesona mistikal. Kita, yang dulunya mencari malam jika hilang arah, berjanji bertemu saat jeda lalu berakhir sampai saling memejam mata. Kita tadinya, ialah sebuah kemungkinan yang kini menjadi sepasang orang asing. 

Saya sejujurnya pun tidak berteman dengan mantan-mantan saya. Sampai saya sudah bermigrasi ke beberapa kota perantauan dan sudah meniti karir, pun, semesta tampaknya masih merasa ada beberapa pasang di dunia ini yang memang tidak ditakdirkan untuk berteman sebagai mantan.

Masa pacaran saya bukanlah seindah pengalaman naik kuda putih laksana dongeng-dongeng masa lalu. Tapi di usia yang ke tiga puluh satu tahun ini tak dipungkiri bahwa saya menyadari ada banyak hal yang memang bisa hilang di sepanjang perjalanan. Pun, kita bisa memeluk hal yang lalu, sehingga mampu memberikan ruang untuk hal baru. 

Masa lalu tak selamanya harus selalu dianggap gelap dan tertutup rapat, akan tetap ada setitik celah terbuka yang kadang tak kita sadari adanya pada sosok-sosok masa lalu. Mereka membantu menerangi beberapa hal pada kita jika memang sudah waktunya untuk bersinar. Maka sejujurnya saya juga tidak keberatan berteman dengan mantan. 

Karena untuk setiap pertemuan yang tercipta, Tuhan sedang menggariskan makna. Karena untuk setiap momen kami bersama, aku berani berkata aku tak pernah menyesalinya. Karena untuk setiap keputusan yang sengaja walau tak sengaja terjadi, aku tak pernah mengingkarinya.

Masa lalu, tak selalu harus dianggap benda usang yang harus disimpan di dalam gudang. Cukup mengakui bahwa pada tiap orang yang pernah singgah, Tuhan pernah menitipkan bahagia. Mereka ada untuk membentuk pribadi kita yang sekarang. Mereka pernah ada menjadi doa-doa yang mengudara. Mereka ada untuk saling mengukir kisah, walau di dalamnya juga terdapat goresan sajak-sajak luka. 

Kasus Cooper yang awalnya susah menerima akhir dari hubungannya dengan Billie dan memutuskan untuk gonta-ganti pasangan ranjang mengakhiri keputusan kekanakannya setelah ia terlibat dalam kecelakaan besar yang hampir merengut nyawanya. Pelarian yang ia lakukan seperti apapun tidak akan pernah bisa mencoba mengisi kekosongan di dalam hidupnya. 

Saya dalam hal ini mengakui akan ada masa dimana kedua insan yang memutuskan mengakhiri hubungan harus memiliki waktu. Mungkin mereka tidak akan dapat langsung berkomunikasi dengan baik dan profesional. Mereka masih bergulat dengan perasaan masing-masing. Tapi jika waktu yang dibutuhkan telah usai, sepertinya tidak masalah kalau hubungan mereka dilakoni sebagai teman biasa.

Saya tak tahu kapan hubungan selanjutnya akan kembali mampir ke kehidupan saya. Saya hanya bisa berharap hubungan tersebut ialah tempat pemberhentian saya selamanya. Tapi, jika saya memang harus berhadapan dengan skenario lain, saya harap saya bisa berteman dengannya,.. walau sebagai mantan.



Waktu berlari tanpa tergesa, tak terlalu cepat namun juga tak berlalu lambat. 4 Januari 2023, hari ulang tahun saya yang diartikan sudah selama tiga puluh satu tahun saya hidup. Hari yang istimewa bukan karena berapa balon yang diterbangkan atau banyaknya kue tart yang diterima. Namun, ini tentang mensyukuri. 

Bersyukur atas tiap helaan nafas yang masih menghidupkan, kepada perkenalan dengan orang-orang baik disekitar. 


31 tahun adalah fase dimana kita sudah selesai dengan pelajaran yang paling mendasar dalam hidup yang mungkin sudah membentuk kita sebagai manusia yang seutuhnya. Bahwa tak semua dalam hidup bisa didapat. Bahwa banyak hal dalam hidup ini yang harus diikhlaskan. Karena langit terlalu jauh, dan impian tidak selalu bisa bersinar seperti bintang.

Tak perlu menolak segala kelam yang sempat hadir, we need to embrace the truth. Menerima bahwa setiap hal yang hadir di hidup kita adalah yang Tuhan percayakan untuk kita hadapi, yhaa... semata-mata karena kita menghadapi hal besar itu pun tidak sendirian. Kita menghadapinya bareng-bareng pribadi Tuhan itu sendiri.

Pagi itu, matahari awal tahun cukup menonjolkan diri di batas cakrawala. Syukur, cuaca cerah ada pada awal hari ulang tahun. Semua berjalan biasa-biasa saja. Tentu dengan rasa riang di hati, karena itu hari pertama dimana diri menginjak usia tiga puluh satu tahun. Sekaligus dengan rasa penasaran, kira-kira ada yang tau tidak yaaaa hari ini adalah hari ulang tahunku heheheheee.


Pagi itu aku dan rekan kerja yang cukup dekat dengan saya, dinda duduk di kantin kantor, menghabiskan sarapan agak lama, karena banyakan bersenda guraunya tentunya. Namun pas kembali ke ruang kantor, eeeh langsung deh kena semprot sama ibu komandan (baca: atasan saya) karena kelamaan di kantin. Tak biasanya saya dimarahin sama bos. Saya mulai curiga apa jangan-jangan beliau tau yaaa saya ulang tahun hari ini.


Ternyata dugaan saya benar, sekitar jam 12 siang saya dipanggil oleh seorang rekan pria saya. Dikerjain, usut demi usut disusul oleh sebuah hantaman keras dari belakang kepala saya. Yang tak lain dan tak bukan ialah... TELOR MENTAH pemirsaaaa.. Sudah ga kehitung berapa kg telur yang habis. Semuaaaaa telur dipecahkan di kepala saya :'( hingga mengenai diri saya dari rambut sampai celana :') 

Tapi, saya bahagia. Saya merasa memiliki keluarga baru.Perasaan yang sudah lama tertinggal di belakang kembali muncul ke permukaan. Berharap perasaan itu tetap ada, tanpa pernah lekang oleh waktu. Seperti dalang kerap memegang wayang, dan penulis dengan tinta cinta.

Setelah dramaa kira-kira dua jam kejar-kejarannn yang sungguh melelahkan namun soo excited itu, akhirnya saya mandi lengkap dan wajibb banget keramass hahahahaha. Tepat waktu menunjukkan pukul tiga sore hari, saya bergegas meluncur menuju Mall Kota Kasablanka. 

Untuk acara ulang tahun saya selanjutnya, saya memilih DOOKKI Korean Food Buffet sebagai tempat yang pas untuk saya dan teman-teman dekat saya. Btw DOOKKI Korean food buffet sudah pernah saya review ya, tempatnya tenang dan asik buat bersantap dengan orang terdekat kamu meskipun ia terletak di dalam mall raksasa.

Topokki ALL YOU CAN EAT [Review] di DOOKKI Korean Food Buffet



Waktu itu kami memulai makan di DOOKKI agak lama karenaaa... febi tersesat di perjalanan. Kalau dia mah ga heran :)) Tapi saya sangat senang sekali. Kami makan sepuasnya di DOOKKI dilanjutkan dengannnnn tadaaaaaa Karaoke Malam! Yihaaaa <3<3 Kami menjejak kaki di Karaoke Inul Vizta yang berada di dalam Mall Kota Kasablanka dan pulang di kala hampir tutup mall. Saya bahagia sekali.Tapi saya cukup sedih karena Resty gabisa ikutan main di acara ultahku. Karena resty lagi sakit. Gws restyy.

Dua hari berselang,Jumat 6 januari 2023. Giliran keluarga inti dongg yang aku bawa traktiran. Kami sekeluarga pergi ke Fogo Mall Kelapa Gading walau sebelumnya dihadirkan dengan sedikit drama tapiiii pas sudah sampai di Fogo yang soo tasty so yummy itu maka semuaaa keluh kesah pun hilang hehehehehe. 

Ulang tahun kali ini, sangat berbeda dibanding ulang tahun-ulang tahunku sebelumnya. Aku bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus akhirnya momen Ulang Tahun yang seperti ini datang juga. Aku berharap aku bisa menjadi pribadi yang lebih dekat sama Tuhan, bisa mengenalnya lebih dalam dan diberi kesehatan agar bisa melayani Tuhan lebih lagi. 

CHEERSSS FOR THE 31st YEARS OLD!





Review Body Serum Scarlett Whitening - Akhirnya sebulan genap berselang, saya selesai menunaikan kewajiban saya sebagai seorang calon pegawai negeri sipil (CPNS) [Baca: LATSAR). Latsar itu sendiri ialah pembinaan yang dilakukan melalui jalur pelatihan. Dimana dalam kurun suatu periode seorang CPNS dibentuk dan dilatih untuk menjadi sosok PNS yang bisa mampu memenuhi standard kompetensi jabatannya. CPNS dari Instansi manapun wajib mengikuti program Latsar.


Saya menjalani latsar selama kurang lebih tiga bulan. Berhubung karena aku belum pernah ceritain pengalaman latsar aku di personal blog aku, tungguin aje yaah ;) wkwkwkwk. 

Jadi aku itu menjalani latsar CPNS di suatu tempat di kawasan Gede Bage Bandung. Bandung, kota Kembang, yang dari dulu aku rasa dingin, kini panas membara sepanas kegiatan-kegiatan melelahkan yang harus dijalani selama dua minggu di sana. Kegiatan yang menguras energi, baik secara psikis maupun mental.

Satu hal kesalahanku sih yang menurut aku fatal. Aku sama sekali ga membawa perangkat Body Care aku disana. Kalau perangkat Face Care aku sih masih kudu lengkap ya. Sunblock yang aku bawa juga cuma yang buat wajah. Maybe kalo persoalan matahari yang menyengat masih agak tertutupi karena pakaian seragam selama disana sih selalu lengan panjang. Tapiiiiiiiii kesehatan kulit itu tetep aja berasa bedanya, menurun drastis.

Kulit badan aku tergolong normal, tidak kering, ataupun berminyak. Namun, perubahan iklim dan peningkatan aktivitas lapangan selama menempuh latsar membuat kulitku berubah. Mulai dari apel tiga kali sehari (pagi,siang,malam), olahraga yang intens dengan posisi dibawah matahari langsung, latihan panjang baris berbaris di lapangan terbuka, dan banyak hal lain yang membuat kulit aku harus bertahan keras dengan segala aktivitas tubuh yang tiba-tiba berubah drastis. 

Kita tau banget paparan cuaca luar yang terlalu lama bisa mengakibatkan pertumbuhan gangguan sel-sel kulit sehat kita kan ya. Jadi setelah balik lagi ke Jakarta aku mulai mencari-cari perawatan tubuh yang bisa digunakan dirumah sehari-hari untuk menyehatkan kembali kulit tubuh aku yang sudah mulai kusam ini. 

Aku sudah lama melirik body serum untuk menjadi tambahan personel body care aku. Kalian semua pada tahu kan review aku sebelum-sebelumnya tentang body care scarlett. 

Baca Juga : SCARLETT BODYCARE, Bekal Pilihan Selama Menjadi Garda Terdepan - JOURNAL



Nah, pas aku iseng lihat-lihat media sosial, aku baru ngeliat tuh ternyata Scarlett baru ngeluarin produk barunya yaitu Body Serum Scarlett Whitening varian Happy ! Kemasannya yang serba pink memang agak mirip dengan punya aku yang Scarlett Body Care varian Jolly. 


Body Serum perdananya digadang-gadang bisa sampai tiga kali lebih mencerahkan, dengan bantuan Glutathione, Niacinamide dan Glycolic Acid-nya.

Packaging Body Serum Scarlett Whitening HAPPY

Paket datang tepat waktu melebihi yang aku ekspektasikan. Dibungkus kotak karton kokoh tebal, dengan ukuran yang tidak terlalu besar namun pas banget buat melindungi produk yang aku pesen selama diperjalanan. 

Produk dibalut oleh buble wrap untuk melindungi produk sepanjang perjalanan. Menurut aku buble wrapnya cukup royal sih namun tidak sampai melindungi bagian sisi atas dan bawah produk. Dia hanya mengelilingi bagian tabung dari produk. Tapi mungkin tidak terlalu bermasalah karena produknya sendiri sudah berada dilapisi plastik yang membungkus seluruh permukaan produknya. 

The Texture of Body Serum Scarlett Whitening


Setelah pemakaian kurang lebih dua minggu, aku mengamati bahwa tekstur Body Serum Scarlett Whitening ini ringan dan bisa melindungi dan menghidrasi kulit aku. Molekul-molekulnya lebih mudah diserap kulit dan tidak menimbulkan kesan lengket sama sekali. Berbeda halnya dengan lotion ya. Lotion pastinya lebih thick.


Dengan wangi yang merupakan perpaduan dari Orange Mandarin - Jasmine - Musk - Amber - Vanilla, aroma yang dihasilkan mampu tahan lebih lama selayaknya memakai parfum. Seperti yang tertera bagian belakang produk terdapat penjelasan yang menegaskan bahwa memang 'Happy' Body Serum Scarlett Whitening ini mengandung komponen parfum (Body Serum Fragrance).

'Ingredients' Body Serum Scarlett Whitening Happy

Berikut ini merupakan bagian utama dari kandungan yang terdapat di dalam Body Serum Scarlett Whitening Happy beserta fungsinya:

1. GLUTATHIONE  

  •  Membantu meratakan warna kulit 

2. NIACINAMIDE 

  • Membantu mencerahkan kulit
  • Membantu menyamarkan noda gelap pada kulit

3. GLYCOLIC ACID 

  • Membantu mengangkat sel-sel kulit mati
  • Membantu mencerahkan kulit

4. CERAMIDE 2 

  •  Merawat kulit agar tetap halus, lembut dan tidak kering

5. HYALURONIC ACID 

  • Menjaga kelembaban kulit sehingga kulit terasa lebih lembut

6. SHEA BUTTER 

  • Merawat keremajaan kulit
  • Membuat kulit terasa lebih kencang

7. VITAMIN E 

  • Merawat kekencangan kulit dan keremajaan kulit

8. TITANIUM DIOXIDE

  • Melindungi kulit dari efek buruk sinar UV

 

Cara Pakai Body Serum Scarlett Whitening Happy

Sebelum memakai Body Serum kamu harus pastikan kulit kamu sedang dalam keadaan bersih dan kering agar dapat menerima serum ini dengan optimal. Setelah mandi mungkin bisa menjadi waktu yang cocok.

  1. Oleskan Body Serum ke tangan/kaki sedara merata dan gosok secara perlahan
  2. Dapat digunakan setiap hari

Result and [Honest] Opinion about Body Serum Scarlett Whitening Happy


Beberapa hal yang aku suka, bahwa Body Serum ini bisa mencerahkan, meratakan warna kulit dan mampu menyamarkan noda-noda gelap bandel yang kadang terdapat di kulit aku. Wanginya tahan lama karena memang si 'Happy' ini merupakan Body Serum Fragrance, Body Care yang memang beraroma bak parfum. Aku lebih suka aroma varian Jolly sih kalau masalah aroma. 

Untuk pemesanan kamu bisa langsung pesan ke situs yang trusted, tinggal klik di url link berikut ini https://scarlettwhitening.com/

Pertanda keaslian yang dimiliki produk Scarlett Whitening juga selalu membuat aku lega. Pastinya ga mau dong, udah bayar keluar duit masa dapetnya produk yang ga asli. Dengan melihat stiker hologram pada bagian bawah tiap produk Scarlett dan kode yang tertera disitu, kita dapat memasukkannya ke website verify.scarlettwhitening.com untuk mengecek keaslian produk sesuai nomor serinya tersebut.

Sekian review saya mengenai Body Serum Happy Scarlett Whitening. Body Serum pertama dalam hidup aku karena sebelumnya jenis serum yang kumiliki hanya untuk perawatan wajah hihihi. Cocok untuk melengkapi perangkat perawatan tubuh aku, sebagai seorang wanita.

REPURCHASE? SURE I WILL!

Postingan Lama Beranda

ABOUT AUTHOR

Ada fajar yang terus mencari senja, ia menjelajah ruang-ruang asing tanpa garis batas. Ada rahasia dibalik tirai yang tertutup rapat, pada musim layang-layang ia terlipat rapi. Ada Aku, yang tersimpan rapi dalam bingkai bernama Blog. Agar kaki ini mampu kemanapun, untuk selalu bersamamu.
Hi, I'm Dewi Arianna Manullang. Just an ordinary woman who loves coffee, poem, writing, blogging, and journaling very much. I currently live in Jakarta. In this blog I talk about many things. Nothing specific will be posted here. I will post anythings that interest me. Things that suit my mood, letting them flow in written form. For any business inquiries or collaboration, etc you may contact ariannadewi@gmail.com ❤

Follow us

POPULAR POSTS

  • [REVIEW] Lucky Sundae Strawberry by MIXUE - Es Krim Lokal yang Must Try Banget!
    Jakartaa uda mulai musim panas nih. Saatnya mata ini mulai melihat-lihat mana yang bisa mendinginkan tubuh. Bikin adem, seger di mu...
  • Es Krim MIXUE Boba Sundae dan Oreo Sundae, [REVIEW] Edisi Duo Manis
    Es Krim Mixue Review - Haii sobat blogger. Selamat malamm. Suasana hati aku lagi ringan banget nih pas nulis ini. Kenapa lagi dong kalo...
  • Rangkaian Penghalau Jerawat dari SCARLETT; Tetap Kinclong Dengan APD
    Penghalau Jerawat SCARLETT - Waktu berlari seperti jarak pendek, cepat namun tak tergesa. Tahun 2022, macan air...
  • RUJAK BUAH NONIK [FOOD REVEW], Cemilan Pilihan di Masa Pandemi
    Rujak Buah Nonik Review - Pandemi yang belum lekang, memang paling pas jika menu cemilan kita pun turut disesuaikan. Dari yang tadinya junk...
  • 2025, tahun penuh pertumpahan darah (?)
     Waktu menunjukkan hampir pukul 5 dini hari. Subuh. Hening. Tapi tidak dirumahku, alunan musik dj berkumandang kencang. Beberapa hari ini sa...

Categories

  • #dearjournal 13
  • #Kesehatan 7
  • #poem 11
  • BPNRamadhanChallenge2022 4
  • covid-19 5
  • donor darah 1
  • Foodie 8
  • Lifestyle 4
  • Partnership 5
  • Review 12
  • sajak 4
  • Sinema&Drama 3
  • syair 3
  • Vaksinasi booster 1
  • Viu 2
  • wisma atlet 2

Advertisement

Blogger Perempuan
BloggerHub Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.

Tiap kali kamu rindu, bertamulah ke dalam Blog ini. Disini ia bersembunyi, si perangkai sajak.

Dewi Arianna Manullang
DKI Jakarta, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Arsip Blog

  • Januari 2026 (1)
  • Maret 2025 (1)
  • Januari 2025 (2)
  • Agustus 2024 (1)
  • Juni 2024 (1)
  • Januari 2024 (1)
  • Mei 2023 (1)
  • Maret 2023 (2)
  • Januari 2023 (2)
  • November 2022 (3)
  • September 2022 (2)
  • Agustus 2022 (1)
  • Juli 2022 (1)
  • Juni 2022 (1)
  • Mei 2022 (1)
  • April 2022 (5)
  • Maret 2022 (8)
  • Februari 2022 (7)
  • Januari 2022 (1)
  • Beranda

FOLLOW US @ INSTAGRAM

About Me

Total Tayangan Halaman

Popular Posts

  • [REVIEW] Lucky Sundae Strawberry by MIXUE - Es Krim Lokal yang Must Try Banget!
    Jakartaa uda mulai musim panas nih. Saatnya mata ini mulai melihat-lihat mana yang bisa mendinginkan tubuh. Bikin adem, seger di mu...
  • Es Krim MIXUE Boba Sundae dan Oreo Sundae, [REVIEW] Edisi Duo Manis
    Es Krim Mixue Review - Haii sobat blogger. Selamat malamm. Suasana hati aku lagi ringan banget nih pas nulis ini. Kenapa lagi dong kalo...
  • RUJAK BUAH NONIK [FOOD REVEW], Cemilan Pilihan di Masa Pandemi
    Rujak Buah Nonik Review - Pandemi yang belum lekang, memang paling pas jika menu cemilan kita pun turut disesuaikan. Dari yang tadinya junk...
  • 33 Years Old Me: New Age and New Resolution
    Januari. Tulisan ini didedikasikan untuk Januari. Bulan spesial. Bulan nya Saya. Mungkin tak cukup spesial bagi semua orang. Tapi hal itu be...
  • Rangkaian Penghalau Jerawat dari SCARLETT; Tetap Kinclong Dengan APD
    Penghalau Jerawat SCARLETT - Waktu berlari seperti jarak pendek, cepat namun tak tergesa. Tahun 2022, macan air...
  • Untuk Cinta yang mungkin sudah
      27 Oktober 2023, pada musim panas dan terik di Jakarta Utara, hari terakhir dari rangkaian pelaksanaan Akreditasi Klinik yang ...
  • Palung Mariana
    Aku gelap Aku pekat Aku dalam. Titik terdalam di bawah bumi Aku tidak terselami ada bangkai yang mengendap di dasarku, tentang s...
  • Tahun 2023, Kelinci Air yang Sejuk
    Hiruk pikuk bunyi terompet dari kejauhan, kembang-kembang api yang menunggu memulai semburatnya di udara. Ini tentang malam perg...
  • Tiga puluh dua
    -4 Januari 2023, Jakarta, yang sedikit mendung- Rintik hujan jatuh turun memeluk bumi. Aroma laut teredam sementara, mungkin itu...
  • 2025, tahun penuh pertumpahan darah (?)
     Waktu menunjukkan hampir pukul 5 dini hari. Subuh. Hening. Tapi tidak dirumahku, alunan musik dj berkumandang kencang. Beberapa hari ini sa...

Pengikut

Advertisement

Copyright © 2016 Dewi Arianna Manullang. Created by OddThemes